FIX
FIX
OPINI & WAWANCARA
Rasionalisasi Pemimpin
Oleh : M Alfan Alfian
JADWAL SHALAT   Subuh 05:29 WIB | Dzuhur 12:39 WIB | Ashar 15:59 WIB | Maghrib 18:40 WIB | Isya 19:46 WIB
HIKMAH

Makna Hakiki Kemerdekaan

Dalam konteks kemerdekaan, ayat ini mengajarkan beberapa pilar penting yang perlu dijaga bagi mereka yang telah mendapatkan kemerdekaan. Yaitu, menjaga konsistensi shalat, menunaikan zakat dan ber-amar ma’ruf nahyi munkar.
01 Juli 2012 07:35:31 WIB


Ahad, 24 Juni 2012 pukul 21.30 WIB atau pukul 16.30 waktu Kairo, menjadi hari yang sangat bersejarah bagi Mesir. Pada hari tersebut, Mohammad Morsi, dengan mengantongi 51,7 % dari jumlah total suara pemilih,terpilih sebagai presiden baru. Ia menggantikan Hosni Mobarak yang sudah mundur pada Jumat, 11 Februari 2011 dari jabatannya. Morsi adalah presiden pertama yang terpilih melalui proses demokratis. Tak ada yang menyangka rezim tiran pimpinan Mobarak akan turun sedramatis itu.Sebagaimana tak ada yang menyangka bahwa aksi bakar diri seorang pemuda pedagang sayur asal kota Sidi Bouzid, Mohamed Bouazizi, mengilhami revolusi di Tunisia. Revolusi yang sukses menggulingkan sang presiden, Abidine Ben Ali, dari singgasananya. Bahkan menyeret dia ke meja hijau yang kemudian menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup bagi penguasa Tunisia selama 23 tahun itu. Tunisia kemudian berhasil melewati masa transisinya dengan sebuah pemilu demokratis pada Oktober 2011. Aksi Bouazizi kemudian memicu gelombang revolusi Arab yang terkenal dengan Arab Spring. Revolusi merembet ke berbagai negara di kawasan Timur Tengah lainnya, termasuk Mesir, negara yang selama ini digadang-gadang sebagai mercusuar Timteng karena memiliki posisi geografis dan politis yang sangat strategis. Terpilihnya Morsi adalah momentum. Betapa tidak, selama lebih dari 30 tahun masyarakat Mesir hidup di bawah bayang-bayang tiran. Intimidasi dan penangkapan demi penangkapan mereka alami tanpa peduli benar atau salah. Qanun Thawari (undang-undang keadaan darurat) diberlakukan Mobarak selama kurun waktu tersebut, buntut dari pembunuhan Anwar Sadat di tahun 1981. Kesejahteraan yang mereka dambakan hanya mereka peroleh secara semu. Mereka hidup di bawah kekuasaan yang amat militeristik. Suara mereka dibungkam. Sedikit saja melakukan aktifitas mencurigakan, dituding makar. Dipenjarakan tanpa pernah memperoleh kesempatan untuk membela diri di persidangan. Organisasi HAM Mesir mensinyalir pemerintahan era Mobarak memenjarakan 4.000-an orang tanpa proses peradilan. Meski menjadi warga dari sebuah negara yang pendapatannya tinggi terutama dari sektor pariwisata dan keberadaan Terusan Suez, kemiskinan adalah hal yang masih membelit mereka. Tingkat kemiskinan di Mesir adalah sekitar 30 % dari 80 jutaan penduduknya. Jutaan warga Mesir masih tinggal di kawasan-kawasan kumuh, bahkan di komplek pekuburan. Tergulingnya Jenderal Hosni Mubarak di Mesir dan Abidine Ben Ali di Tunisia, menjadi tonggak kemerdekaan bagi masyarakat di negaranya masing-masing. Kemerdekaan yang telah mereka dambakan dan perjuangkan selama puluhan tahun lamanya. Melihat rangkaian peristiwa ini, ingatan kita kembali kepada puluhan abad lampau. Yaitu ketika Nabi Musa AS sukses memerdekakan kaumnya, Bani Israil, dari penjajahan yang dilakukan Ramses II (Firaun 1301-1234 SM). Bani Israil akhirnya menghirup kemerdekaan mereka setelah sekian lama menjalani kerja paksa serta diperlakukan diskriminatif dan kejam. Dalam Al Quran, kisah Nabi Musa AS dengan Bani Israil ini diabadikan sebagaimana firman Allah Swt, Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat Nabi Nabi diantaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain. Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (QS. Al Maidah [5]: 20-21). Sayangnya, kemerdekaan yang Bani Israil rasakan, tak mau mereka hayati. Pembangkangan demi pembangkangan mereka lakukan terhadap Musa AS. Ajaran terhadap tauhid, mereka khianati dengan menyembah patung anak sapi. Khianat adalah sikap yang kemudian membuat kemerdekaan yang mereka dapatkan menjadi sia-sia belaka. Padahal kemerdekaan yang mereka dapatkan itu sejatinya barulah garis start, bukan garisfinish. Kemerdekaan sejatinya adalah saat di mana seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dan mengelola dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan tidak bergantung pada orang lain. Sehingga kemerdekaan hakikatnya adalah karunia Allah Swt bagi manusia agar mereka leluasa untuk kembali ke dalam ketaatan terhadap-Nya. Nabi Muhammad Saw dan misi profetik yang beliau emban, membawa manusia kepada kemerdekaan yang paling hakiki. Kemerdekaan dari kegelapan kepada hidayah Allah Swt, dari kebodohan kepada ilmu pengetahuan, dan dari kedzaliman kepada keadilan. Kemerdekaan yang menjadi gerbang besar menuju kemenangan dunia dan akhirat. Sebuah gerakan kemerdekaan yang dalam waktu singkat mengilhami seluruh penjuru bumi. Bahkan menginspirasi Eropa untuk beranjak dari The dark age kepada renaisans dan aufklarung. Salah satunya adalah Nabi Muhammad Saw memerdekakan manusia dari belenggu primitif berupa perbudakan dan diskriminasi ras. Beliau menegaskan firman Allah Swt, Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. (QS. Al Hujurat [49]: 13). Kemerdekaan yang diperjuangkan oleh Muhammad Saw adalah untuk mencapai garis awal. Sehingga sejarah mencatat, pasca era Muhammad Saw, Islam berkembang pesat ke seantero jagat menebarkan perubahan revolusioner pada berbagai aspek hidup manusia. Inilah yang penting diingat masyarakat di Mesir, Tunisia dan bangsa-bangsa lainnya yang baru saja mendapatkan kemerdekaan. Bahwa terpilihnya Morsi, bukanlah tujuan akhir. Kemerdekaan itu sejatinya seperti peluit panjang babak pertama pada pertandingan sepakbola. Inilah pula yang penting dicatat bangsa Indonesia yang notabene adalah bangsa yang telah merdeka dari imperialisme dan kolonialisme. Karena dalam sejarah manusia, kalah dan menang itu tidak lebih penting dari belajar pada kekalahan dan kemenangan itu sendiri. Sebagai penutup, Allah Swt berfirman, (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat maruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. (QS. Al Hajj [22]: 41). Dalam konteks kemerdekaan, ayat ini mengajarkan beberapa pilar penting yang perlu dijaga bagi mereka yang telah mendapatkan kemerdekaan. Yaitu, menjaga konsistensi shalat, menunaikan zakat dan ber-amar maruf nahyi munkar. Sehingga bangsa-bangsa yang telah merdeka tak mengalami nasib seperti Bani Israil. Khususnya bagi kaum muslimin, bisa kembali menemukan elan vitalnya dalam peradaban manusia. Amiin.


Tinggalkan komentar....





EKONOMI DAN BISNIS


Pengamat: Tepat, Pertamina Kendalikan BBM Subsidi

PENGENDALIAN pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke SPBU dinilai tepat. Artinya Pertamina sudah melaksanakan dengan benar…
01 September 2014 23:12:00 WIB

Terjerat Kasus Korupsi, Mantan Wakil Presiden Iran Diadili

MOHAMMAD Reza Rahimi, Wakil Presiden Pertama Iran di bawah mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad, telah dijatuhi hukuman…
01 September 2014 21:48:00 WIB

Korban Tewas di Pihak Israel Bertambah

01 September 2014 16:53:00 WIB

Makam Korban Pembantaian Yahudi Ditemukan

01 September 2014 16:52:00 WIB

Wow, Istana Mewah Raja Arab Dilelang

01 September 2014 12:47:00 WIB

Iran Sebut Sanksi AS Tidak Adil dan Menindas

14 Juni 2014 04:15:00 WIB

Perahu ini Berdesain Lamborghini

  PRIA asal AS bernama Gino Gargiulo membuat sebuah perahu berkecepatan tinggi bernama Raging Bull.…
14 Juni 2014 04:45:00 WIB

Ini 3 Strategi Junta Militer Thailand

01 September 2014 21:26:00 WIB

Pengamat: Tepat, Pertamina Kendalikan BBM Subsidi

PENGENDALIAN pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke SPBU dinilai tepat. Artinya Pertamina sudah melaksanakan dengan benar…
01 September 2014 21:10:00 WIB

Kenapa IT Haji Indonesia Masih Buruk ?

01 September 2014 20:58:00 WIB

Benarkah Ilmu Biologi Begitu Penting ?

01 September 2014 15:20:00 WIB

Peminat Kondotel Di Bali Sangat Tinggi

15 Juni 2014 06:35:00 WIB

Ibunda Raffi Bilang Resepsi Anaknya Masih Dikonsep

PERSIAPAN pesta pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina memang sedang dipersiapkan. Berbagai konsep sedang dipersiapkan…
15 Juni 2014 03:35:00 WIB

Jokowi-JK Harus Siap Dkritisi

15 Juni 2014 03:50:00 WIB

Biadab, TKI Di Saudi Disiksa Majikan

IKLAN PALING BAWAH